Pertolongan Pertama Serangan Asma untuk Dewasa

Serangan asma (asthma attack) yaitu keadaan susah bernapas, ngilu dada, batuk-batuk, atau mengi sebab penyempitan aliran napas gara-gara terkena satu hal yang mengundang kekambuhan asma. Asma adalah penyakit periode panjang atau akut yang keberadaannya mungkin tidak tak henti terlihat akan tetapi tidak bisa sembuh serta berwujud kambuh-kambuhan.

Telephone 119 atau nomer gawatdarurat yang lain bila berlangsung tanda-tanda serangan asma kritis.

Tanda-tanda serangan asma kritis mencakup susah bicara atau berjalan sebab pendeknya napas, atau keadaan tersebut sepert bibir atau ujung-ujung jari jadi biru.

1. Turuti gagasan penyembuhan buat pasien bila memang sangat mungkin
Cari info apa orang itu miliki gagasan buat penyembuhan asma dengan periodik dengan dokter spesifik.

2. Beri pertolongan pertama buat asma
Bila orang itu tidak miliki gagasan penyembuhan buat asma pada dianya sendiri:

Posisikan biar orang duduk dengan tegak serta nyaman, serta longgarkan busana ketat.
Bila orang itu miliki obat asma, seperti inhaler, bantulah dalam memakainya.
Bila orang itu tidak miliki inhaler, pakai diantara satu dari kit pertolongan pertama atau pinjam orang bila ada.

3. Pakai inhaler dengan spacer, bila mungkin:
Bebaskan tutup serta kocok inhaler secara baik.
Masukan inhaler ke spacer.
Biaran orang keluarkan napas seluruhnya serta memposisikan mulut dengan erat ke corong spacer.
Tekan inhaler sekali buat memberikannya puff (semprotan).
Diamkan orang hirup perlahan-lahan lewat mulut dan selanjutnya tahan napas saat 10 detik.
Beri keseluruhan empat puff, dengan sela kurang lebih satu menit di antara tiap-tiap puff.

4. Pakai inhaler tidak dengan spacer, apabila memang perlu:
Bebaskan tutup inhaler serta kocok secara baik.
Diamkan orang keluarkan semua napasnya serta bibir mengatup erat ke corong inhaler.
Sejalan dengan orang mulai bernapas perlahan-lahan, tekan inhaler pada suatu waktu.
Orang harus selalu bernafas dengan perlahan-lahan serta sedalam mungkin (kurang lebih lima sampai tujuh detik) dan selanjutnya tahan napas saat 10 detik.
Beri keseluruhan empat puff (semprotan), tunggu kurang lebih satu menit di antara tiap-tiap puff.

5. Teruskan memanfaatkan inhaler bila pernafasan apa masih permasalahan
Seusai empat puff, tunggu empat menit. Bila orang itu masih miliki persoalan bernapas, memberikannya satu set empat puff .
Bila masih sedikit ada permasalahan ataukah tidak ada perbaikan, memberikannya empat puff tiap-tiap empat menit sampai ambulans datang atau sampai datang di unit bahaya. Bila orang sedang alami serangan berat, beri enam sampai delapan puff inhaler tiap-tiap lima menit.

6. Mengamati orang sampai pertolongan datang
Jangan memandang orang yang mengantuk adalah tanda-tanda perbaikan asma. Malah, bisa saja itu yaitu makna dari perburuka asma.
Jangan memandang asma seorang tambah baik bila Anda tak lagi dengar mengi (wheezing). Mengi hanya isyarat yang tidak harus terdapat pada asma.

7. Follow up
Dokter UGD dapat mengecek tingkat keparahan serangan serta memberikannya perlakuan, terhitung obat-obatan serta nebulisasi (obat uap dengan alat nebulzer).
Orang bisa dipulangkan ke rumah atau menekuni rawat inap di rumah sakit buat perawatan selanjutnya, bergantung pada tanggapan pada penyembuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *